Jumat, 18 Januari 2008

Susahnya jadi ikhlas

Saya mendapatkan pengalaman baru didalam berbagi bisnis bersama isteri. Kami bekerja sama dengan seseorang yang tadinya begitu semangat mengajak kami untuk bersama membesarkan bisnis konveksi isteri tercinta.
Pada saat usaha dan order pertama mulai dikerjakan, bagaikan "halilintar" disiang bolong ternyata orang yang sudah komit tersebut ternyata "bekerja" ditempat lain sehingga kami dibiarkan jalan dengan tertatih-tatih, apalagi ternyata "costing" yang dilakukannya sangat tidak akurat: pola salah, bahan salah prediksi, asesoris salah hitung, ongkos kerja sangat kerendahan didalam costing....pokoknya kami dibuat pussiiiiinnnggg dan begadang tiap malam selama 2 minggu terakhir ini....wuahhh ini pengalaman yang sangat berharga buat kami. Sudah "jatuh" ditimpa tangga pula, apakah ada orang berbisnis mau rugi? kan nggak? maunya untung kan? Nah, disinilah masalahnya.........udah rugi di bahan, rugi di ongkos kerja, rugi di waktu dan rugi di kehidupan. Kata seorang teman saya, ini mungkin merupakan "pencairan" energi negatif saya, atau DP energi negatif....saya nggak tau deh.
Intinya, saya mencoba ikhlas....menerima semuanya sebagai bagian dari dinamika kehidupan... tetapi ternyata susah bin sulit bangeettt.
Bagi yang sempat masuk ke blog saya, ada yang mau komentar? Karena setiap komentar pasti jadi bahan pembelajaran bagi saya, sebagai insan pembelajar.

Tidak ada komentar:

Kick Off SAP Program

Kick Off SAP Program
Team Building with Binzager